Bunyi pasal 282 KUHP, Barangsiapa menyiarkan, mempertunjukkan atau menempelkan di muka umum tulisan, gambaran atau benda yang telah diketahui isinya melanggar kesusilaan, atau barangsiapa dengan maksud untuk disiarkan, dipertunjukkan atau ditempelkan di muka umum, membikin tulisan, gambaran atau benda tersebut, memasukkannya ke dalam negeri, meneruskannya, mengeluarkannya dari negeri, atau memiliki persediaan, ataupun barangsiapa secara terang-terangan atau dengan mengedarkan surat tanpa diminta, menawarkannya atau menunjukkannya sebagai bisa diperoleh, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun enam bulan atau pidana denda paling tinggi empat ribu lima ratus rupiah.
< >Bunyi Pasal 55 KUHP;
Ayat 1 Dipidana sebagai pembuat delik
Mengatasi anak autis merupakan sebuah tantangan besar bagi orang tua, tapi sebelum kita membahas tips mengatasi atau berbicara dengan anak autis, sebaiknya kita mengetahui pengertian serta penjelasan dari autis itu sendiri.
Autisme adalah suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal. Akibatnya anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan masuk dalam dunia repetitive, aktivitas dan minat yang obsesif. (Baron-Cohen, 1993).
Menurut Power (1989) karakteristik anak dengan autisme adalah adanya 6 gangguan dalam bidang:
* interaksi sosial,
* komunikasi (bahasa dan bicara),
* perilaku-emosi,
* pola bermain,
* gangguan sensorik dan motorik
* perkembangan terlambat atau tidak normal.
Gejala ini mulai tampak sejak lahir atau saat masih kecil; biasanya sebelum anak berusia 3 tahun.
salah satu yang paling sulit mengatasi anak autis adalah mengajak untuk berbicara anak autis, berikut saya berikan beberapa tips yang bisa di terapkan.
1. Jadi teladan. Cobalah untuk masuk ke dalam dunianya, Fokus dengan apa yang sedang ia bicarakan maka pelan-pelan ia juga akan meniru apa yang kita lakukan terhadapnya.
2. Perhatian penuh. Jika anda ingin berbicara dengan anak anda usahakan agar si anak benar-benar memperhatikan anda sepenuhnya. Caranya, matikan tv dan radio atau apapun yang akan mengganggu atau mengalihkan perhatian anak dari anda.
3. Jadilah sahabat mereka. Perhatikanlah anak anda, mereka akan lebih perhatian terhadap sahabatnya daripada terhadap anda. Maka bersikaplah anda seperti sahabat bagi anak anda.
4. Sampaikan pesan dengan singkat, padat, jelas dan berintonasi. Misalnya, "Kita mandi, yuk!". Jangan mengajak mereka untuk berdialog ketika anda menyampaikan pesan. Misalnya, "Ih,, kok badannya bau, belum mandi ya? kita mandi yuk! biar nanti badannya wangi dan nggak bakal digigit nyamuk".
5. Penyesuaian kata. Harus diingat bahwa yang diajak bicara adalah anak-anak, jadi sesuaikan juga dengan kata-kata untuk anak seusianya.
6. Beri contoh. Ini berhubungan dengan no.1, apabila anda menginginka anak anda agar melakuan sesuatu maka anda harus memberi contoh terlebih dulu kepada mereka.
7. Biasakan berbicara sekali kepada mereka, tidak diulang-ulang. Maka buat dia benar-benar memperhatikan anda terlebih dulu, dan apabila anak menunda maka beri hukuman (non fisik).
8. Asah keterampilannya untuk mendengarkan sesuatu. Caranya, perdengarkan kepada mereka musik atau bacakan cerita kepadanya, dan apabila anak sedang menonton tv temani mereka karena tv akan sangat mempengaruhi proses belajar anak apabila orangtua ada di sisi nya.
9. Berkomunikasilah setiap hari. Sering-seringlah mengajak anak mengikuti apa yang digemarinya.
Jangan lupa untuk selalu sabar kapan dan dimanapun, Kunci terakhir adalah berdoa karena dengan berdoa maka semua yang anda lakukan akan menjadi lebih mudah, insya Allah. Semoga tips ini bermanfaat bagi anda, terimakasih.
please continue >>>>