Kamis, 05 Agustus 2010

Harga Resmi Tiket Kereta Lebaran

Waw,, Waw.. musim mudik seberntar lagi akan muncul.ini di harga resmi tiket kereta api, untuk menghadapi lonjakan arus mudik pada lebaran tahun ini.
Adapun rincian harga tiket KA kelas eksekutif (exa) dan bisnis, sebagai berikut:

Argo Anggrek

Tujuan Gambir – Surabaya

Batas bawah Rp310.000

Batas atas Rp500.000



Argo Lawu

Tujuan Gambir–Solo

Batas bawah Rp220.000

Batas atas Rp450.000



Argo Dwipangga

Tujuan Gambir–Solo

Batas bawah Rp240.000

Batas atas Rp450.000



Argo Sindoro

Tujuan Gambir-Semarang

Batas bawah Rp220.000

Batas atas Rp400.000



Argo Muria

Tujuan Gambir-Semarang

Batas bawah Rp230.000

Batas atas Rp400.000



Gajayana

Tujuan Jakarta-Malang

Batas bawah Rp420.000

Batas atas Rp500.000



Bima

Tujuan Gambir–Surabaya Gubeng

Batas bawah Rp280.000

Batas atas Rp450.000



Sembrani

Tujuan Jakarta– Surabaya Turi

Batas bawah Rp270.000

Batas atas Rp450.000



Taksaka

Tujuan Gambir-Yogyakarta

Batas bawah Rp250.000

Batas atas Rp450.000



Gumarang (exa)

Tujuan Jakarta–Surabaya Turi

Batas bawah Rp260.000

Batas atas Rp400.000



Purwojaya (exa)

Tujuan Gambir-Cilacap

Batas bawah Rp170.000

Batas atas Rp250.000



Sawunggalih (exa)

Pasar Senen-Kutoarjo

Batas bawah Rp200.000

Batas atas Rp250.000



Argo Jati

Tujuan Gambir-Cirebon

Batas bawah Rp100.000

Batas atas Rp115.000



Argo Parahyangan (exa)

Tujuan Gambir-Bandung

Batas bawah Rp55.000

Batas atas Rp65.000



Sedangkan tarif KA komersial dan bisnis, sebagai berikut:

Gumarang

Tujuan Jakarta–Surabaya Turi

Batas bawah Rp160.000

Batas atas Rp220.000



Bangunkarta

Pasar Senen–Jombang

Batas bawah Rp260.000

Batas atas Rp400.000



Senja Kediri

Tujuan Pasar Senen-Kediri

Batas bawah Rp150.000

Batas atas Rp250.000



Fajar Semarang

Tujuan Pasar Senen – Semarang

Batas bawah Rp100.000

Batas atas Rp170.000



Senja Semarang

Tujuan Pasar Senen-Semarang

Batas bawah Rp100.000

Batas atas Rp170.000



Purwojaya Bisnis

Tujuan Gambir-Cilacap

Batas bawah Rp100.000

Batas atas Rp250.000



Sawunggalih

Tujuan Jakarta – Surabaya Turi

Batas bawah Rp270.000

Batas atas Rp450.000



Gumarang

Tujuan Jakarta–Surabaya Turi

Batas bawah Rp160.000

Batas atas Rp220.000



Sawunggalih

Tujuan Pasar Senen- Kutoarjo

Batas bawah Rp100.000

Batas atas Rp150.000



Senja Solo

Tujuan Pasar Senen-Solo

Batas bawah Rp130.000

Batas atas Rp180.000



Fajar Utama / Senja Utama

Tujuan Pasar Senen-Yogyakarta

Batas bawah Rp120.000

Batas atas Rp180.000



Cirebon Ekspress

Gambir-Cirebon

Batas bawah Rp65.000

Batas atas Rp90.000



Argo Parahyangan

Gambir-Bandung

Batas bawah Rp35.000

Batas atas Rp40.000

itulah harganya,, selamat bermudik ria.
please continue >>>>

Rabu, 04 Agustus 2010

Apa Sih Perbedaan Redenominasi dengan Sanering?

Apa Sih Perbedaan Redenominasi dengan Sanering?

Ini pertanyaan yang pertama kali timbul dalam benak saya, ketika akhir - akhir iini banyak berita yang menyampaikan tentang rencana yang akan me redenominasi mata uang rupiah.

Menanggapi pertanyaan tersebut Kepala Biro Humas Bank Indonesia (BI) Difi A Johansyah menjelaskannya. Menurutnya, redenominasi sangatlah berbeda dengan sanering yang pernah terjadi di Indonesia.


"Redenominasi itu adalah pemotongan nilai mata uang menjadi lebih kecil tanpa mengubah nilai tukarnya. Contohnya begini, misalkan saat ini kita membeli barang A dengan harga Rp10 ribu. Lalu diberlakukan redominasi uang Rp1.000 menjadi Rp1 (nolnya dikurangi 3). Maka kita beli barang A tersebut dengan harga Rp10. Sama saja kan? Rp10 ribu menjadi Rp10. Cuma nolnya saja yang berkurang," jelasnya.

Difi melanjutkan, sedangkan sanering yang pernah terjadi di zaman pemerintahan presiden Soekarno, adalah pemotongan nilai mata uang tetapi harga barangnya tetap sama.

"Penjelasan mudahnya, misalkan saat ini harga rumah Rp200 juta. Lalu diberlakukan sanering, nilai nol dari uang dikurangi tiga, tetapi harga rumah tetap saja Rp200 juta. ini berarti masyarakat jadi dirugikan. Penghasilan turun, tetapi harga barang tetap. Akibatnya masyarakat jadi miskin," jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, perbedaan lainnya adalah sanering diberlakukan saat keuangan pemerintah sedang sakit dan krisis. Sedangkan redenominasi justru dilakukan setelah kondisi keuangan pemerintah sehat. Sehingga dengan adanya redenominasi ini keuangan pemerintah menjadi stabil.

"Redenominasi ini dilakukan karena pertama menghidupkan kembali pecahan rupiah terkecil yakni Rp1 yang diatur oleh undang-undang. Yang kedua meminimalkan pembulatan nilai pecahan di masyarakat. Saat ini kan misalnya harga barang Rp800 dibulatkan menjadi Rp1.000 ini sudah salah," tukasnya.

Dia menyadari bahwa masyarakat yang kontra terhadap program redenominasi ini mungkin karena trauma dengan sanering yang pernah terjadi dahulu.

"Tetapi kita sudah lakukan studi banding di Turki yang sukses melakukan redenominasi di 2004. Jadi untuk membiasakan masyarakat awam pada awalnya, pedagang harus mencantumkan barang dagangannya dengan dua label. Misalkan barang A dijual Rp10 ribu pecahan lama dan Rp10 pecahan redenominasi. Sehingga masyarakat menjadi terbiasa. Dan ini butuh proses panjang," tambahnya.

Owh begitu pak,, ia udah kita mah sebagi rakyat biasa ikut aja, mana yang terbaik menurut para ahli.
please continue >>>>

Selasa, 03 Agustus 2010

BSMI beri beasiswa dokter Gaza

BSMI beri beasiswa dokter Gaza. Bentuk bantuan ke Palestina bukan hanya bantuan fisik melainkan juga bantuan pendidikan. Inilah yang dilakukan oleh Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI). BSMI memberikan kesempatan belajar kepada lima anak bangsa Palestina di Indonesia. Beasiswa penuh ini diberikan kepada pemuda Palestina yang ingin belajar di Indonesia.

Dalam waktu yang tak lama lagi, sekitar lima orang tenaga medis Palestina akan menjalani pendidikan di bidang Manajemen Rumah Sakit serta Spesialisasi Bedah Jantung dan Bedah Plastik. Kedatangan tim medis Palestina tahap pertama ini, atas bantuan beasiswa dari lembaga kemanusian Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI).

"Kami mengundang teman-teman Palestina untuk bersekolah di Indonesia, untuk pasca program sarjana dan fakultas spesialis. Sekarang sedang diproses mungkin sebentar lagi akan datang kesini perwakilannya, mudah-mudahan bisa lancar, dan Insya Allah bisa bersekolah di Indonesia," kata Ketua BSMI Dr. Basuki Supartono, SpOT, FICS, MARS, di Jakarta.

Alasan dipilihnya bidang-bidang pendidikan tersebut, menurutnya, berdasarkan pemantauan BSMI selama melakukan aksi kemanusiaanya, kondisi rumah sakit di Palestina belum dikelola secara profesional, meskipun sarana dan prasarananya cukup baik.

"Kami akan membantu perbaikan sistem manajemen disana, karena kami melihat masih manual ya. Walaupun banyak tempat tidurnya sampai 600 tempat tidur. Tapi masih manual. Karena itu mereka butuh keterampilan untuk memanaj rumah sakit disana yang cukup besar," tambah Dr. Basuki.

Disamping itu, lanjutnya, dari tujuh rumah sakit milik pemerintah dan beberapa rumah sakit di Palestina belum memiliki dokter bedah jantung, dan bedah plastik. Akibatnya, para korban ledakan bom fospor 80 persennya meninggal dunia, dan yang masih hidup harus dirujuk ke rumah sakit di Mesir dan Yordan.

Basuki mengatakan, pihaknya sudah melakukan penjajakan ke Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya-Malang, dan Universitas Airlangga-Surabaya, untuk menyekolahkan tim medis dari Palestina tersebut.

"Ini sedang diproses surat-suratnya, kami sudah bertanya ke UI. Mereka sudah melengkapi surat-suratnya, sebentar lagi kami akan mengirim uangnya untuk transport mereka kesini. Kami mengurus untuk di UI, ke Malang Unibraw. Atau Surabaya," jelasnya.

Sulitnya memberikan bantuan kepada rakyat Gaza, Palestina, diakuinya, sebagai pendorong BSMI untuk meminta para tim medis Palestina untuk belajar di Indonesia, sehingga mereka dapat dengan mudah mendapatkan ilmu yang bisa diterapkan untuk kepentingan rakyat Palestina.

Menurut Ameen al Nawahja, salah seorang penerima beasiswa BSMI ini, beasiswa ini amat sangat membantunya. “Saya senang bisa belajar di Indonesia. Apalagi keluarga juga boleh diajak,” katanya yang mendapat beasiswa ke UGM Yogyakarta ini.

Beasiswa yang diberikan oleh BSMI memang didominasi profesi kesehatan. “Kami akan kembali ke Palestina usai pendidikan agar bisa membangun kesehatan di Gaza,” kata Ameen.

Sementara menurut keterangan Ameen, ada dua orang temannya yang masih belum bisa ke Indonesia karena masalah izin yang belum selesai.
please continue >>>>