Selasa, 03 Agustus 2010

BSMI beri beasiswa dokter Gaza

BSMI beri beasiswa dokter Gaza. Bentuk bantuan ke Palestina bukan hanya bantuan fisik melainkan juga bantuan pendidikan. Inilah yang dilakukan oleh Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI). BSMI memberikan kesempatan belajar kepada lima anak bangsa Palestina di Indonesia. Beasiswa penuh ini diberikan kepada pemuda Palestina yang ingin belajar di Indonesia.

Dalam waktu yang tak lama lagi, sekitar lima orang tenaga medis Palestina akan menjalani pendidikan di bidang Manajemen Rumah Sakit serta Spesialisasi Bedah Jantung dan Bedah Plastik. Kedatangan tim medis Palestina tahap pertama ini, atas bantuan beasiswa dari lembaga kemanusian Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI).

"Kami mengundang teman-teman Palestina untuk bersekolah di Indonesia, untuk pasca program sarjana dan fakultas spesialis. Sekarang sedang diproses mungkin sebentar lagi akan datang kesini perwakilannya, mudah-mudahan bisa lancar, dan Insya Allah bisa bersekolah di Indonesia," kata Ketua BSMI Dr. Basuki Supartono, SpOT, FICS, MARS, di Jakarta.

Alasan dipilihnya bidang-bidang pendidikan tersebut, menurutnya, berdasarkan pemantauan BSMI selama melakukan aksi kemanusiaanya, kondisi rumah sakit di Palestina belum dikelola secara profesional, meskipun sarana dan prasarananya cukup baik.

"Kami akan membantu perbaikan sistem manajemen disana, karena kami melihat masih manual ya. Walaupun banyak tempat tidurnya sampai 600 tempat tidur. Tapi masih manual. Karena itu mereka butuh keterampilan untuk memanaj rumah sakit disana yang cukup besar," tambah Dr. Basuki.

Disamping itu, lanjutnya, dari tujuh rumah sakit milik pemerintah dan beberapa rumah sakit di Palestina belum memiliki dokter bedah jantung, dan bedah plastik. Akibatnya, para korban ledakan bom fospor 80 persennya meninggal dunia, dan yang masih hidup harus dirujuk ke rumah sakit di Mesir dan Yordan.

Basuki mengatakan, pihaknya sudah melakukan penjajakan ke Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya-Malang, dan Universitas Airlangga-Surabaya, untuk menyekolahkan tim medis dari Palestina tersebut.

"Ini sedang diproses surat-suratnya, kami sudah bertanya ke UI. Mereka sudah melengkapi surat-suratnya, sebentar lagi kami akan mengirim uangnya untuk transport mereka kesini. Kami mengurus untuk di UI, ke Malang Unibraw. Atau Surabaya," jelasnya.

Sulitnya memberikan bantuan kepada rakyat Gaza, Palestina, diakuinya, sebagai pendorong BSMI untuk meminta para tim medis Palestina untuk belajar di Indonesia, sehingga mereka dapat dengan mudah mendapatkan ilmu yang bisa diterapkan untuk kepentingan rakyat Palestina.

Menurut Ameen al Nawahja, salah seorang penerima beasiswa BSMI ini, beasiswa ini amat sangat membantunya. “Saya senang bisa belajar di Indonesia. Apalagi keluarga juga boleh diajak,” katanya yang mendapat beasiswa ke UGM Yogyakarta ini.

Beasiswa yang diberikan oleh BSMI memang didominasi profesi kesehatan. “Kami akan kembali ke Palestina usai pendidikan agar bisa membangun kesehatan di Gaza,” kata Ameen.

Sementara menurut keterangan Ameen, ada dua orang temannya yang masih belum bisa ke Indonesia karena masalah izin yang belum selesai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar